Penatalaksanaan Pasien Dengan Bradikardia : Contoh Kasus

Seorang pasien, perempuan 65 tahun dibawa ke IGD Rumah sakit X pukul 05.00 pagi dengan bradikardia. Pasien mengeluh pusing dan lemas sejak 4 jam yang lalu, pandangan mata kabur dan mual. Tidak ada nyeri dada, tidak ada rasa berdebar, tidak muntah, tidak ada kelemahan di salah satu bagian anggota gerak. Pasien mempunyai riwayat Hipertensi, PJK dan Diabetes Melitus. Tanda-tanda vital pada saat tiba di IGD adalah:

– Tekanan darah: 70/50 mmHg

– nadi : 37 kali per menit

– Respirasi rate : 20 kali per menit

– temperatur: 36,0

– Saturasi oksigen : 96-99 % room air

Pemeriksaan Fisik menunjukkan suara paru vesikuler kiri kanan

Bunyi jantung normal

Edema positif pada kedua kaki

Selanjutnya di lakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dengan hasil sinus bradikardi, rate 40 kali permenit, tidak tampak gambaran AV block, tidak ada ST depresi maupun ST Elevasi

Sinus Bradikardia
Sinus Bradikardia

Pasien diatas mengalami simptomatik bradikardia dan harus ditangani sesuai dengan algoritma bradikardi sebelum dikonsulkan ke Spesialis Jantung.

Penatalaksanaan pasien dengan bradikardia

Secara umum bradikardi adalah suatu kondisi dimana denyut jantung kurang dari 60 kali per menit atau sebagian ahli menyatakan bradikardi ketika denyut jantung < 50 kali per menit. Namun perlu diingat bahwa bagi sebagian orang denyut nadi kurang dari 60 kali per menit adalah normal. Begitu juga bagi sebagian yang lain, denyut nadi 60 kali per menit mungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan curah jantung. Karena itu, dalam penanganan bradikardi, harus dilihat kondisi klinis pasien secara utuh, apakah bradikardi yang dialami bersifat simtomatik atau non simtomatik.

Bradikardi yang non simtomatik biasanya tidak memerlukan terapi tertentu dan hanya perlu diobservasi. Tanda-tanda bradikardi simptomatik adalah bradikardi yang diserta kondisi berikut ini:

1. hipotensi

2. Penurunan Tingkat Kesadaran

3. syok

4. Nyeri dada iskemik

5. Tanda-tanda gagal jantung (sesak, tubuh terasa lelah sepanjang hari, kaki bengkak)

Tatalaksana Pasien dengan Bradikardi yang simtomatik dimulai dari:

1. Pertahankan kepatenan jalan nafas dan pernafasan yang adequat

2. Berikan oksigen jika saturasi < 95% atau pemeriksaan analisa gas darah menunjukkan hipoksemia

3. Pasang IV line dan monitor EKG

4. lakukan EKG 12 lead

Ada 3 jenis obat-obatan yang digunakan pada pasien dengan Bradikardi

1.  Atropin

obat yang harus diberikan pertama kali ketika pasien mengalami bradikardi yang simtomatik adalah Atropin.

Atropin merupakan obat anticholinergic yang meningkatkan impuls di SA node dengan cara menekan fungsi saraf vagus sehingga meningkatkan denyut jantung

Dosis pemberian Atropin Sulfat adalah 0.5 mg (2 amp) bolus Intravena setiap 3 sampai 5 menit. Dosis maksimal adalah 3 mg atau 6 kali pemberian.

Yang perlu diingat adalah Pemberian atropin tidak dianjurkan apabila pasien mengalami bradikardia dengan gambaran AV blok derajat II tipe 2 dan AV blok derajat III.

2. Dopamin

Dopamin diberikan pada pasien dengan bradikardi apabila pemberian atropin tidak efektif untuk meningkatkan denyut jantung.

Pemberian dopamin dimulai dengan dosis 2 – 20 microgram/Kg BB/Menit, titrasi sesuai respon pasien

Cara pemberian dan perhitungan dosis dopamin dapat dilihat di http://www.pojok-science.com/cara-pemberian-dan-perhitungan-dosis-dopamin-menggunakan-syringe-pump/

3. Epinefrin/ Adrenalin

Infus epinefrin diberikan apabila pemberian atropin tidak efektif mengatasi bradikardia.

Dosis Pemberian infus Epinefrin adalah 2 sampai 10 microgram/menit

 

Sebelum ke 3 Obat diatas diberikan kepada pasien, penyebab sinus bradikardi harus dikaji terlebih dahulu.

Bradikardia dapat disebabkan oleh berbagai hal diantaranya:

1. mengonsumsi  obat-obat antihipertensi golongan beta-blockers, Calcium channel blockers dan digitalis glikosida

2. obat-obat anti aritmia seperti amiodaron

3, hipotermia, hipoglikemia, dan sleep apnea

4. Sick sinus syndrome.

 

Leave a Comment

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com