Penanganan pasien dengan asidosis metabolik akut

Tujuan penatalaksanaan asidosis metabolik akut yang berat adalah menaikkan kadar pH darah menjadi diatas 7,1 – 7,2. Pada Keadaan kadar pH sudah diatas 7. 2 resiko untuk terjadinya gangguan irama jantung menjadi sangat berkurang dan kontraktilitas otot jantung menjadi lebih baik.

Prinsip penanganan asidosis metabolik akut adalah mengatasi penyebab asidosis tersebut. Terapi suportif seperti oksigen, cairan dan elektrolit dibutuhkan untuk meningkatkan status hemodinamik sehingga tubuh dapat mengoreksi sendiri ketidak seimbangan asam basa. Pemberian terapi Natrium Bicarbonate tidak direkomendasikan untuk diberikan secara rutin karena dapat menimbulkan efek samping yang serius. Pemberian terapi bikarbonat dengan infusan Natrium Bicarbonate harus dilakukan dengan hati-hati dan bersadarkan pada kondisi klinis pasien, derajat keparahan asidosis (hanya diberikan apabila pH < 7.1) dan patofisiologi dari penyebab asidosis pada pasien  tersebut.

Penyebab Asidosis metabolik

1. Penurunan kadar bikarbonat dalam darah karena diare atau muntah. Diare hebat dengan frekuensi yang sering dan lama dapat menyebabkan asidosis metabolik karena ion bikarbonat terbuang bersama cairan dan elekrolit yang lain melalui diare. Asidosis yang disebabkan oleh hilangnya Natrium bikarbonate dinamakan asidosis hiperkloremik. 

2. Gagal ginjal kronik atau CKD. Pada kondisi gagal ginjal, kemampuan ginjal untuk membuang asam tubuh bekurang sehingga menyebabkan penimbunan asam dalam tubuh.

3. Peningkatan pembentukan asam dalam tubuh seperti pada kondisi diabetes melitus. Pada saat kadar gula dalam darah sangat tinggi dan kadar gula dalam sel rendah, akan menyebabkan katabolisme lemak yang menghasilkan keton yang bersifat asam.

4. konsumsi asam yang berlebihan seperti alkohol dan metanol.

Penatalaksanaan Asidosis Metabolik

Penatalaksaan asidosis metabolik akan bergantung pada  tingkat beratnya asidosis dan penyebab asidosis tersebut.

1. Pada asidosis metabolik berat yang disebabkan oleh hilangnya  Natrium Bikarbonat (Asidosis hiperkloremik) dan kondisi pH < 7.1 maka pemberian Natrium Bikarbonate diperbolehkan dan harus diberikan dengan hati-hati. Cara pemberian Natrium Bikarbonat adalah sebagai berikut:

Perhitungan dosis pemberian Natrium Bicarbonat:

0.5 X Berat badan X {24 – serum HCO3 mq/L}

catatan: nilai serum HCO3 didapatkan melalui pemeriksaan analisa gas darah

Cara pemberian

2 flacon NaHCO3 25 ml( tersedia dalam merek dagang salah satunya :meylon) dilarutkan dalam 500 ml Normal saline atau D5% di berikan dengan infus pump selama 1 sampai 2 jam.

catatan:

– 1 cc = 1 mEq

– pemberian Natrium bicarbonat sebaiknya dilakukan melalui CVC (Central Venous Catheter) atau paling tidak Vena brachialis.

Efek samping pemberian natrium bikarbonat adalah:

– hipokalemi

– hipercapnia

– hipoksia jaringan

– volume overload

 

 

 

 

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com